Aug 28, 2014

Dampak negatif penggunaan teknologi informasi dan komunikasi bagi pelajar


     Tahukah kita selain membawa manfaat yang besar Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) juga mempunyai pengaruh buruk yang besar pula pada perkembangan generasi anak bangsa.
Saat ini perangkat yang paling mempengaruhi anak pelajar Indonesia saat ini antara lain :

  1. Komputer
  2. Handphone
  3. I-Pad 
  4. MP4 player
  5. Game Console
  6. Media tontonan seperti Televisi dan Film
       Namun kali ini kita akan membahas salah satu diantaranya yaitu pengaruh buruk Teknologi Komputer. Pengaruh positif atau negatif yang bisa muncul dari alat ini tentu saja lebih banyak tergantung dari pemanfaatannya. 
Bila anak-anak dibiarkan menggunakan komputer secara sembarangan, pengaruhnya bisa jadi negatif. Sebaliknya, komputer akan memberikan pengaruh positif bila digunakan dengan bijaksana, yaitu membantu pengembangan intelektual dan motorik anak.


Indonesia Jadi Hub Internet Global? Harus Bisa!

Jakarta - Indonesia punya prospek cerah untuk bisnis internet. Gampangnya, lihat saja bagaimana Indonesia merajai jumlah pengguna di sosial media. Namun sayangnya, untuk akses internasional jalurnya masihnumpang negara tetangga.

Melihat kondisi ini, para pengamat, praktisi, dan pebisnis jaringan internet tampaknya mulai gerah. Pasalnya, Indonesia sebenarnya dinilai layak menjadi salah satu pilihan untuk hub internet global karena memiliki potensi pengguna dan trafik yang besar.

"Selama ini hub untuk trafik ke internet global untuk Asia ada di Singapura, Hong Kong, atau Jepang. Padahal, Indonesia layak dan mampu sebagai hub kalau melihat potensi pasar dan pertumbuhan trafik internet lima tahun belakangan ini," kata Guru Besar ITB Suhono Harso Supangkat, di Jakarta, Rabu (27/8/2014). 


Abu Bakar Muhammad bin Zakaria al-Razi (865-925)

Abu Bakar Muhammad bin Zakaria al-Razi atau dikenali sebagai Rhazes di dunia barat merupakan salah seorang pakar sains Iran yang hidup antara tahun 864 – 930. Beliau lahir di Rayy, Teheran pada tahun 251 H./865 dan wafat pada tahun 313 H/925. Di awal kehidupannya, al-Razi begitu tertarik dalam bidang seni musik. Namun al-Razi juga tertarik dengan banyak ilmu pengetahuan lainnya sehingga kebanyakan masa hidupnya dihabiskan untuk mengkaji ilmu-ilmu seperti kimia, filsafat, logika, matematika dan fisika.


Walaupun pada akhirnya beliau dikenal sebagai ahli pengobatan seperti Ibnu Sina, pada awalnya al-Razi adalah seorang ahli kimia.? Menurut sebuah riwayat yang dikutip oleh Nasr (1968), al-Razi meninggalkan dunia kimia karena penglihatannya mulai kabur akibat ekperimen-eksperimen kimia yang meletihkannya dan dengan bekal ilmu kimianya yang luas lalu menekuni dunia medis-kedokteran, yang rupanya menarik minatnya pada waktu mudanya.? Beliau mengatakan bahwa seorang pasien yang telah sembuh dari penyakitnya adalah disebabkan oleh respon reaksi kimia yang terdapat di dalam tubuh pasien tersebut. Dalam waktu yang relatif cepat, ia mendirikan rumah sakit di Rayy, salah satu rumah sakit yang terkenal sebagai pusat penelitian dan pendidikan medis.? Selang beberapa waktu kemudian, ia juga dipercaya untuk memimpin rumah sakit di Baghdad..